<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>milanisti</title>
	<atom:link href="http://dhanifito.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhanifito.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 09:29:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dhanifito.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>milanisti</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dhanifito.wordpress.com/osd.xml" title="milanisti" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dhanifito.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ORANG2 YG DIDOAKAN PARA MALAIKAT</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/17/orang2-yg-didoakan-para-malaikat/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/17/orang2-yg-didoakan-para-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=93&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.</p>
<p>(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)</p>
<p>2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”</p>
<p>(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)</p>
<p>3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”</p>
<p>(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)</p>
<p>4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”</p>
<p>(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)</p>
<p>5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.</p>
<p>(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)</p>
<p>6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”</p>
<p>(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)</p>
<p>7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”</p>
<p>(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)</p>
<p>8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”</p>
<p>(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)</p>
<p>9. Orang – orang yang berinfak.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”</p>
<p>(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)</p>
<p>10. Orang yang sedang makan sahur.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”</p>
<p>(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)</p>
<p>11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”</p>
<p>(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)</p>
<p>12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.<br />
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”</p>
<p>(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=93&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/17/orang2-yg-didoakan-para-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAMADHAN TERAKHIR</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ramadhan-terakhir/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ramadhan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang kontraktor yang bekerja pada sebuah perusahaan property ternama di Jakarta. Di usianya yang ke lima puluh tahun, telah terpikirkan olehnya untuk mengakhiri kariernya sebagai seorang kontraktor dan kembali kepada keluarga yang telah cukup lama ia tinggalkan. Materi yang selama ini ia cari sudah ia dapatkan. Harta dan kekayaan bukan lagi menjadi tujuannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=108&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada seorang kontraktor yang bekerja pada sebuah perusahaan property ternama di Jakarta. Di usianya yang ke lima puluh tahun, telah terpikirkan olehnya untuk mengakhiri kariernya sebagai seorang kontraktor dan kembali kepada keluarga yang telah cukup lama ia tinggalkan. Materi yang selama ini ia cari sudah ia dapatkan. Harta dan kekayaan bukan lagi menjadi tujuannya, namun ia ingin mencari hakekat sebenarnya dari kehidupan ini. Dan tentunya mempersiapkan diri untuk kehidupan yang hakiki yaitu akherat kelak. Oleh karenanya pada pagi hari itu, sang kontraktor menghadap sang direktur dan mengajukan surat pengunduran dirinya.</p>
<p>Pada dasarnya sang direktur keberatan atas permohonan pengunduran diri bapak tersebut. Bagaimana tidak, selama ini bapak tersebut telah menjadi asset utama perusahaan. Keterampilannya tak perlu diragukan lagi. Perusahaan mencapai masa keemasan di masanya.</p>
<p>Setiap proyek yang ia tangani selalu berhasil. Beliau terkenal dengan kejujuran dan keprofesionalannya. Oleh karenanya, ketika sang kontraktor tadi mengajukan surat pengunduran diri, sang direktur mengajukan satu persyaratan. Yaitu untuk dibuatkan satu rumah lagi, rumah yang merupakan karya terbaik beliau sepanjang menjadi kontraktor dalam tempo satu tahun. Ketika mendengar syarat tadi, sang kontraktor sangat berkeberatan. Beliau ingin segera mengundurkan diri. Namun ternyata masih harus menjalankan tugas terakhir. Dengan sangat terpaksa, sang kontraktor menerima syarat yang diajukan sang direktur.</p>
<p>Ternyata hanya dalam tempo delapan bulan sang kontraktor mampu menyelesaikan tugasnya. Namun ternyata karyanya kali ini bukanlah karya terbaik, melainkan karya terburuk sepanjang kariernya. Bagaimana tidak, dengan perasaan terpaksa ia membangun rumah tersebut. Oleh karenanya kualitas bangunannya pun asal-asalan. Selesai membangun rumah tersebut beliau menghadap sang direktur.</p>
<p>“Ini kunci rumah baru yang menjadi syarat pengunduran diri saya,” kata sang kontraktor.</p>
<p>“Oh, tidak bapak. Sebenarnya rumah tersebut bukanlah untuk perusahaan. Melainkan itu merupakan hadiah untuk bapak atas pengabdian luar biasa bapak selama ini. Ambillah rumah tersebut.” jawab sang direktur.</p>
<p>Mendengar jawaban sang direktur, bapak tadi langsung lemas. Bagaimana tidak ternyata rumah yang ia bangun bukanlah untuk perusahaan, melainkan untuk dirinya. Mengapa ia tidak membangun rumah terbaik kalau ternyata itu untuk dirinya sendiri. Malahan rumah tersebut adalah rumah terburuk yang pernah ia bangun. Akhirnya bapak tadi menyesal atas apa yang ia lakukan. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur.</p>
<p>Na’udzubillah. Semoga kita tidak bernasib sama seperti bapak tadi. Apalagi di bulan Ramadhan kali ini. Inilah kesempatan kita untuk melakukan segala amalan terbaik di bulan penuh rahmat ini. Bahkan kita harus menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik sepanjang hidup kita. Mengapa kita harus melakukannya?</p>
<p>Jawabannya tidak lain dan tidak bukan karena kita tidak pernah tahu apakah kita masih punya kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan. Bisa jadi ini merupakan Ramadhan terakhir kita. Oleh karenanya kita harus menjadikannya sebagai Ramadhan terbaik. Hal ini perlu kita lakukan agar kita tidak bernasib sama dengan sang kontraktor tadi. Akhir yang menyedihkan karena di akhir kariernya sebagai kontraktor, ia malah menghasilkan karya terburuk bukan sebaliknya. Apalagi kita yang tidak pernah tahu masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan.</p>
<p>Sungguh sangat ruginya jikalau ini <a title="HJSDCB" href="http://www.geniafest.com">merupakan</a> Ramadhan terakhir kita, namun ternyata kita malah melakukan amalan terburuk atau menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terburuk dalam hidup kita. Oleh karenanya saat ini mulai harus kita azamkan dalam diri kita untuk melakukan segala aktivitas sebagai aktivitas terbaik dalam Ramadhan kali ini. Sholat-sholat kita merupakan sholat terbaik yang pernah kita lakukan. Tilawah Qur’an kita merupakan tilawah terbaik. Shodaqoh kita merupakan shodaqoh terbaik. Dakwah kita merupakan dakwah terbaik. Apapun itu yang kita lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ini merupakan Ramadhan terakhir kita. Waallohu’alam bish showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=108&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ramadhan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAK ISTRI</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/hak-istri/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/hak-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Banyak fakta tak terbantahkan bahwa hak-hak istri sering kali diabaikan oleh para suami. Padahal jika kita runut, percikan konflik dalam rumah tangga berakar dari diabaikannya hak-hak istri/suami oleh pasangan mereka. Lalu apa saja hak-hak istri yang mesti ditunaikan suami? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=105&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak fakta tak terbantahkan bahwa hak-hak istri sering kali diabaikan<br />
oleh para suami. Padahal jika kita runut, percikan konflik dalam rumah<br />
tangga berakar dari diabaikannya hak-hak istri/suami oleh pasangan mereka. Lalu apa saja hak-hak istri yang mesti ditunaikan suami?<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf.” (QS.Al-Baqarah: 228)<br />
Adh-Dhahhak rahimahullahu berkata menafsirkan ayat di atas, “Apabila para istri menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menaati suami-suami mereka, maka wajib bagi suami untuk membaguskan pergaulannya dengan istrinya, menahan dari memberikan gangguan/menyakiti istrinya, dan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya.” (Jami’ul Bayan fi Ta`wilil Qur`an/Tafsir Ath-Thabari, 2/466)<br />
Hakim bin Mu’awiyah meriwayatkan sebuah hadits dari ayahnya, Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu. Ayahnya ini berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya1, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud no. 2142 )<br />
Ketika haji Wada’, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan khutbah di hadapan manusia. Di antara isi khutbah beliau adalah:<br />
“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. At-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851)<br />
Dari ayat di atas berikut beberapa penafsirannya serta dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, kita memahami bahwa dalam Islam, kedudukan seorang istri dimuliakan dan diberi hak-hak yang harus dipenuhi oleh pasangan hidupnya. Hal ini termasuk kebaikan agama ini yang memang datang dengan keadilan, di mana wanita tidak hanya dituntut untuk memenuhi kewajibannya namun juga diberikan hak-hak yang seimbang.<br />
Ada beberapa hak yang dimiliki seorang istri terhadap suaminya, di antaranya:<br />
1.	Mendapat mahar<br />
Dalam pernikahan seorang lelaki harus menyerahkan mahar kepada wanita yang dinikahinya. Mahar ini hukumnya wajib dengan dalil ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS.An-Nisa`: 4)<br />
“…berikanlah kepada mereka (istri-istri kalian) maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban.” (QS.An-Nisa`: 24)<br />
Dari As-Sunnah pun ada dalil yang menunjukkan wajibnya mahar, yaitu ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang shahabatnya yang ingin menikah sementara shahabat ini tidak memiliki harta:<br />
“Lihatlah apa yang bisa engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu, walaupun hanya cincin dari besi.” (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan Muslim no. 3472)<br />
Mahar merupakan milik pribadi si wanita. Ia boleh menggunakan dan memanfaatkannya sekehendaknya dalam batasan yang diperkenankan syariat. Adapun orang lain, baik ayahnya, saudara laki-lakinya, suaminya, atau selain mereka, tidak boleh menguasai mahar tersebut tanpa keridhaan si wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan:<br />
“Dan jika kalian ingin mengganti salah seorang istri dengan istri yang lain, sedangkan kalian telah memberikan kepada salah seorang di antara mereka (istri tersebut) harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali dari harta tersebut walaupun sedikit. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata?” (QS. An-Nisa`: 20)<br />
2. Seorang suami harus bergaul dengan istrinya secara patut (ma’ruf) dan dengan akhlak mulia<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
“Bergaullah kalian dengan para istri secara patut. Bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa`: 19)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. At-Tirmidzi no.1162.)<br />
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menafsirkan ayat dalam surah An-Nisa` di atas, menyatakan: “Yakni perindahlah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) serta perbaguslah perilaku dan penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hal ini:<br />
“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah: 228)</p>
<p>Termasuk akhlak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau sangat baik pergaulannya dengan para istrinya. Wajahnya senantiasa berseri-seri, suka bersenda gurau dan bercumbu rayu dengan istri, bersikap lemah-lembut terhadap mereka dan melapangkan mereka dalam hal nafkah serta tertawa bersama mereka. Sampai-sampai, beliau pernah mengajak ‘Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha berlomba (lari), dalam rangka menunjukkan cinta dan kasih sayang beliau terhadapnya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)<br />
Masih keterangan Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu: “(Termasuk cara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memperlakukan para istrinya secara baik adalah) setiap malam beliau biasa mengumpulkan para istrinya di rumah istri yang mendapat giliran malam itu. Hingga terkadang pada sebagian waktu, beliau dapat makan malam bersama mereka. Setelah itu, masing-masing istrinya kembali ke rumah mereka. Beliau pernah tidur bersama salah seorang istrinya dalam satu selimut. Beliau meletakkan ridanya dari kedua pundaknya, dan tidur dengan izar. Setelah shalat ‘Isya, biasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk rumah dan berbincang-bincang sejenak dengan istrinya sebelum tidur guna menyenangkan mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)<br />
3. Mendapat nafkah dan pakaian<br />
Hak mendapat nafkah dan pakaian ini ditunjukkan dalam Al-Qur`anul Karim dari firman-Nya:<br />
”…dan kewajiban bagi seorang ayah untuk memberikan nafkah dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.”<br />
(QS.Al-Baqarah: 233)<br />
Demikian pula firman-Nya:<br />
“Hendaklah orang yang diberi kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya dan barangsiapa disempitkan rizkinya maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya. .” (QS. Ath-Thalaq: 7)<br />
Ada pula dalilnya dari As-Sunnah, bahkan didapatkan dalam beberapa hadits. Di antaranya hadits Hakim bin Mu’awiyah bin Haidah yang telah kami bawakan di atas. Demikian pula hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengabarkan bahwa Hindun bintu ‘Utbah radhiyallahu ‘anha, istri Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu datang mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: يَا<br />
“Wahai Rasulullah, sungguh Abu Sufyan seorang yang pelit. Ia tidak memberiku nafkah yang dapat mencukupiku dan anakku terkecuali bila aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.” Bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ambillah dari harta suamimu sekadar yang dapat mencukupimu dan mencukupi anakmu dengan cara yang ma’ruf.” (HR. Al-Bukhari no. 5364 dan Muslim no. 4452)<br />
4. Diberi tempat untuk bernaung/tempat tinggal<br />
Termasuk pergaulan baik seorang suami kepada istrinya yang dituntut dalam ayat:<br />
“Bergaullah kalian dengan para istri secara patut.” (An-Nisa`: 19) adalah seorang suami menempatkan istrinya dalam sebuah tempat tinggal. Di samping itu, <a title="HAK" href="http://www.geniafest.com">seorang istri</a> memang mau tidak mau harus punya tempat tinggal hingga ia dapat menutup dirinya dari pandangan mata manusia yang tidak halal melihatnya. Juga agar ia dapat bebas bergerak serta memungkinkan baginya dan bagi suaminya untuk bergaul sebagaimana layaknya suami dengan istrinya. Tentunya tempat tinggal disiapkan sesuai kadar kemampuan suami sebagaimana pemberian nafkah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=105&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/hak-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMAM AL GHOZALI</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/imam-al-ghozali/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/imam-al-ghozali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/imam-al-ghozali/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya.. Pertama, &#8220;Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?&#8221;. Murid-muridnya menjawab : &#8220;orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya&#8221;. Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI. Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=104&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya..</p>
<p>Pertama,<br />
&#8220;Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?&#8221;.<br />
Murid-muridnya menjawab : &#8220;orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya&#8221;.<br />
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.<br />
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.<br />
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan<br />
mati (Q.S. Ali Imran 185)</p>
<p>Kedua,<br />
&#8220;Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?&#8221;.<br />
Murid -muridnya menjawab : &#8220;negara Cina, bulan, matahari dan<br />
bintang-bintang&#8221;.<br />
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu<br />
adalah BENAR.<br />
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.<br />
?Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.<br />
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang<br />
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.</p>
<p>Ketiga,<br />
&#8220;Apa yang paling besar di dunia ini?&#8221;.<br />
Murid-muridnya menjawab : &#8220;gunung, bumi dan matahari&#8221;.<br />
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.<br />
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.<br />
Al-A&#8217;Raf 179).<br />
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa<br />
kita ke neraka.</p>
<p>Keempat,<br />
&#8220;Apa yang paling berat di dunia ini?&#8221;.<br />
Ada yang menjawab : &#8220;besi dan gajah&#8221;.<br />
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah<br />
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).<br />
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika<br />
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.<br />
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga<br />
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang<br />
amanahnya.</p>
<p>Kelima,<br />
&#8220;Apa yang paling ringan di dunia ini?&#8221;<br />
Ada? yang menjawab : &#8220;kapas, angin, debu dan daun-daunan&#8221;.<br />
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini<br />
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.<br />
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita<br />
meninggalkan sholat.</p>
<p>Dan pertanyaan keenam adalah,<br />
&#8220;Apakah yang paling tajam di dunia ini?&#8221;<br />
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : &#8220;<a title="AL GHOZALI" href="http://www.geniafest.com" target="_self">pedang</a>&#8220;.<br />
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.<br />
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan<br />
saudaranya sendiri.</p>
<p>LuV,<br />
Vi&#8217;s</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=104&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/imam-al-ghozali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BILAL BIN RABAH</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/bilal-bin-rabah/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/bilal-bin-rabah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/bilal-bin-rabah/</guid>
		<description><![CDATA[Bilal bin Rabah sang Muadzin Rasulullah Saw memiliki sejarah hidup yang amat hebat dalam perjuangan akidah, sebuah kisah yang senantiasa diulang oleh zaman dan tidak membuat telinga manusia bosan untuk mendengarkannya. Bilal dilahirkan di daerah Sarah kira-kira 34 tahun sebelum hijrah dari seorang ayah yang dikenal dengan panggilan Rabah. Sedangkan ibunya dikenal dengan Hamamah. Hamamah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=102&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bilal bin Rabah sang Muadzin Rasulullah Saw memiliki sejarah hidup yang amat hebat dalam perjuangan akidah, sebuah kisah yang senantiasa diulang oleh zaman dan tidak membuat telinga manusia bosan untuk<br />
mendengarkannya.<br />
Bilal dilahirkan di daerah Sarah kira-kira 34 tahun sebelum hijrah dari seorang ayah yang dikenal dengan panggilan Rabah. Sedangkan ibunya dikenal dengan Hamamah. Hamamah ini adalah seorang budak wanita yang berkulit hitam yang tinggal di Mekkah. Oleh karenanya, sebagian orang memanggilnya dengan nama Ibnu Sauda (Anaknya budak hitam).</p>
<p>Begitu muncul sinar agama baru di Mekkah, dan Rasulullah Saw mengumandangkan kalimat tauhid. Bilal adalah salah seorang yang paling dahulu masuk dalam agama Islam.<br />
Dia telah masuk Islam dan pada saat itu tidak ada orang lain yang masuk Islam selain dia dan beberapa orang lagi yang termasuk As Sabiquna Al Awwalun.<br />
Yang pertama adalah Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mukminin. Lalu Abu Bakar As Shiddiq. Ali bin Abi Thalib. Ammar bin Yasir dan ibunya Sumayyah. Shuhaib Ar Rumy. Dan Miqdad bin Al Aswad.</p>
<p>Bilal ra merasakan penyiksaan di jalan Allah dan Rasul-Nya, dan ia selalu mendendangkan ucapannya yang berbunyi: “Ahad, Ahad, Ahad, Ahad!” Dia tidak pernah bosan mengulanginya, dan tidak pernah berhenti mengucapkannya.<br />
Begitu Allah Swt memberikan izin kepada Nabi-Nya untuk berhijrah ke Madinah.<br />
Bilal pun termasuk orang yang turut berhijrah ke sana.<br />
Tidak heran bila Bilal merindukan Mekkah dan setiap sudutnya. Sebagaimana ia merindukan semua lembah dan pegunungannya. Sebab disanalah ia merasakan nikmatnya iman. Disanalah ia merasakan penyiksaan manusia hanya demi mencari keridhaan Allah. Dan disana pula ia mampu mengalahkan dirinya dan mengalahkan setan.<br />
Bilal akhirnya menetap di Yatsrib yang jauh dari penyiksaan bangsa Quraisy.<br />
Saat Rasulullah Saw membangun masjidnya di Madinah, dan adzan mulai disyariatkan, maka Bilal adalah orang pertama yang menjadi muadzin dalam Islam.<br />
An Najasy raja Habasyah pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah Saw dengan 3 tombak pendek yang merupakan barang berharga yang dimiliki oleh para raja. Rasul lalu mengambil salah satu dari tombak tadi, kemudian satunya lagi ia berikan kepada Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi ia berikan kepada Umar bin Khattab. Kemudian tombak yang diambil oleh Rasul untuk dirinya diberikan kepada Bilal. Maka tombak tersebut senantiasa dibawa oleh Bilal sepanjang hidupnya.<br />
Bilal selalu membawa tombak tadi pada setiap hari Iedul Fitri dan Iedul Adha. Ia juga membawanya saat shalat Istisqa’. Ia menempatkan tombak tersebut dihadapannya, jika shalat tidak dilaksanakan di masjid.</p>
<p>Bilal turut serta bersama Rasulullah Saw dalam perang Badr. Ia menyaksikan sendiri dengan dua mata kepalanya bagaimana Allah membuktikan janji-Nya, menolong tentara-Nya. Dan ia menyaksikan banyak para kafir Quraisy tewas menemui ajalnya padahal mereka dulu pernah menyiksa Bilal dengan amat keji.<br />
Ia juga melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf mati tertebas pedang kaum muslimin, dan darah mereka mengucur karena tusukan tombak kaum muslimin.<br />
Saat Rasulullah Saw memasuki kota Mekkah untuk menaklukkannya, Beliau didampingi oleh Bilal bin Rabah.<br />
Saat Rasulullah Saw memasuki Ka’bah, Beliau hanya didampingi oleh 3 orang saja, mereka adalah: Utsman bin Thalhah114 sang pemegang kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah dan anak dari orang kesayangan Beliau, serta Bilal bin Rabah sang muadzin Rasulullah.<br />
Tatkala waktu Zhuhur telah tiba, banyak sekali manusia yang berada di sekeliling Rasulullah Saw. Dan orang-orang kafir Quraisy yang baru masuk Islam secara sukarela atau terpaksa menyaksikan jumlah manusia yang sedemikian banyaknya.<br />
Pada saat itu, Rasulullah Saw memanggil Bilal bin Rabah. Beliau memerintahkan Bilal untuk naik ke atas Ka’bah untuk mengumumkan kalimat tauhid. Maka Bilal pun melakukan perintah tersebut.</p>
<p>Ia mengalunkan Adzan dengan suaranya yang keras.<br />
Maka ribuan leher manusia melihat ke arah Bilal. Ribuan lisan manusia yang mengikuti ucapan Bilal dengan hati yang khusyuk.<br />
Sedangkan mereka yang di dalam hatinya terdapat penyakit merasakan adanya kedengkian dan kebencian yang membuat hati mereka menjadi tercabik-cabik.<br />
Begitu Bilal mengucapkan kalimat berikut dalam Adzannya: “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah” Berkatalah Juwairiyah binti Abu Jahal: “Demi umurku, sungguh Allah Swt telah meninggikan sebutan namamu. Adapun shalat, maka kami akan melakukannya, akan tetapi demi Allah, kami tidak menyukai manusia yang pernah membunuh orang-orang yang kami cintai.” Ayahnya Juwairiyah terbunuh pada perang Badr.<br />
Khalid bin Usaid berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kemurahan kepada bapakku sehingga ia tidak turut menyaksikan kejadian hari ini.” Bapaknya Khalid telah mati satu hari sebelum terjadinya penaklukan Mekkah.<br />
AlHarits bin Hisyam berkata: “Celaka, andaikan aku sudah wafat sebelum aku melihat Bilal berada di atas Ka’bah.”<br />
Al Hakim bin Abi Al Ash berkata: “Demi Allah, ini adalah musibah besar jika seorang budak Bani Jumah bersuara dari atas bangunan ini.”</p>
<p>Dan bersama mereka terdapat Abu Sufyan bin Harb yang berkata: “Aku tidak akan mengatakan apapun… Sebab kalau aku mengeluarkan satu kata saja dari mulutku, debu-debu ini akan menyampaikan ucapanku tersebut kepada Muhammad bin Abdullah.”</p>
<p>Begitu Rasulullah Saw kembali ke pangkuan Tuhannya. Saat itu waktu shalat telah tiba. Maka berdirilah Bilal untuk mengumandangkan adzan kepada manusia –saat itu Nabi Saw sudah dikafankan namun belum dikubur-, saat ia hendak mengucapkan Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah… ia serasa tercekik, dan suaranya tidak keluar dari kerongkongan. Maka sontak, semua kaum muslimin yang ada pada saat itu menangis, dan mereka semua tenggelam dalam kesedihan.</p>
<p>Kemudian setelah tiga hari sejak hari itu, Bilal kembali mengumandangkan adzan. Namun setiap kali ia sampai pada kalimat Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, ia menangis dan menangislah semua orang yang mendengarnya.<br />
Pada saat itu, Bilal meminta kepada Khalifah Abu Bakar untuk mengizinkannya agar tidak mengumandangkan adzan terlebih dahulu karena ia merasa tidak sanggup untuk melakukannya.<br />
Bilal meminta izin kepada Khalifah Abu Bakar untuk turut dalam jihad di jalan Allah dan tinggal di negeri Syam untuk menghadapi musuh.<br />
Abu Bakar menjadi ragu dalam memberikan izin kepada Bilal. Maka Bilal pun berkata kepada khalifah: “Jika engkau telah membeliku untuk kepentingan dirimu, maka tahanlah aku. Jika engkau telah memerdekakan aku, maka biarkanlah aku sesuai kehendak Allah Yang telah membuatmu memerdekakan aku.”<br />
Abu Bakar menjawab: “Demi Allah, aku tidak berniat membelimu, kecuali karena Allah! Aku tidak memerdekakan mu kecuali di jalan-Nya.” Kemudian Bilal berkata: “Aku tidak akan mengumandangkan adzan untuk siapapun setelah Rasulullah wafat.” Abu Bakar berkata: “Engkau berhak untuk itu.”<br />
Bilal berangkat dari Madinah Al Munawarah bersama utusan pertama pasukan muslimin. Dan ia tinggal di Daraya dekat dari Damaskus.</p>
<p>Bilal masih tidak mau mengumandangkan adzan sehingga Umar bin Khattab datang ke negeri Syam yang menjumpai Bilal setelah sekian lama tidak berjumpa.<br />
Umar amat rindu kepada Bilal dan amat hormat kepadanya. Sehingga jika nama Abu Bakar disebut didepannya, maka Umar akan berkata: “Abu Bakar adalah pemimpin kami dan dialah yang telah memerdekakan pemimpin kami (maksudnya adalah Bilal).”<br />
Pada saat itulah para sahabat mendesak Bilal untuk mengumandangkan adzan dihadapan Umar Al Faruq.<br />
Begitu suara Bilal berkumandang, Umar serta-merta meneteskan air mata, dan semua sahabat yang ada pada saat itu turut menangis, sehingga bulu janggut menjadi basah oleh air mata.<br />
Bilal telah berhasil membangkitkan kerinduan mereka kepada Madinah.<br />
Sang pengumandang adzan ini terus tinggal di Damaskus sehingga menjumpai ajalnya di sana. Istrinya setia mendampingi Bilal saat menjelang maut sambil berkata: “Duh, kasihannya!” Dan Bilal membuka kedua matanya setiap kali istrinya berkata demikian, dan ia berkata: “Alangkah gembiranya!”<br />
Kemudian Bilal melepaskan nafas terakhirnya sambil melantunkan: “Besok kita akan berjumpa dengan para kekasih, yaitu Muhammad dan para<br />
sahabatnya… Besok kita akan berjumpa dengan para <a title="BILAL BIN RABBAH" href="http://www.geniafest.com" target="_self">kekasih</a>, yaitu Muhammad dan para sahabatnya.”</p>
<p>Subhanallah&#8230;.!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=102&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/bilal-bin-rabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TABARRUJ&#8230;</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tabarruj/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tabarruj/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya. Menurut syariah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di mana seorang wanita membungkus wajahnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=100&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya.</p>
<p>Menurut syariah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di mana seorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu.<br />
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah ALLAH dan Rasul-Nya. Sesungguhnya ALLAH bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab 33)</p>
<p>ALLAH juga melarang mereka melakukan tabarruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksud tabarruj jahiliyah terdahulu itu?</p>
<p>Mujahid berkata, “Wanita dahulu keluar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu.”</p>
<p>Qatadah berkata, “Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. ALLAH melarang hal ini.”</p>
<p>Muqatil bin Hayyan berkata, “Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkan kerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarruj terdahulu di mana ALLAH melarang wanita-wanita beriman untuk melakukannya.”</p>
<p>Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, “Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”</p>
<p>Ada yang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyah sebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yang melakukan perbuatan jahiliyah pertama.</p>
<p>Sedangkan pengertian ikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih. Ikhtilath dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidak dibenarkan oleh Islam.</p>
<p>Imam Abu Daud meriwayatkan, Hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumah dari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan. Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakang saja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika ada laki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta ada wanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannya tersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (HR. Abu Daud).</p>
<p>Al-Qur’an memberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap, bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. ALLAH berfirman, “Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab 32)</p>
<p>Sekarang ini pemandangan wanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Dunia entertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budaya tabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka. Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-teman wanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya.</p>
<p>Bahaya Tabarruj dan Ikhtilath</p>
<p>Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan bahaya tabarruj dan ikhtilah bagi, diri, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya<br />
Dan barangsiapa bermaksiat kepada ALLAH akan merasakan akibatnya. Sama sekali tidak akan membahayakan ALLAH. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.” Mereka (sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiat kepadaku ia orang yang tidak mau.” (HR. Bukhari)</p>
<p>2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar<br />
Karena kedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Di riwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqah datang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalam membela Islam. Beliau bersabda, “Aku membaiatmu agar kamu tidak menyekutukan ALLAH dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karena perbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidak tabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (HR. Bukhari)</p>
<p>3. Tabarruj dan Ikhtilath mendatangkan laknat<br />
Di Mustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar Rasulullah saw bersabda, “Akan datang di akhir umatku nanti laki-laki yang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, di kepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itu karena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum, tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita mereka sebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian.”</p>
<p>4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka<br />
Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama mereka cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang. Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak mereka dan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunya tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)</p>
<p>5. Tabarruj adalah Kemunafikan yang akan Mendatangkan Kegelapan di hari Kiamat<br />
Al-Baihaqi meriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, “Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada ALLAH. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (HR. Baihaqi).</p>
<p>6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat<br />
Diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Ada tiga orang yang, kamu jangan bertanya kepada mereka: seseorang yang keluar dari jamaah dan durhaka kepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budak perempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati, dan seorang wanita ditinggal keluar oleh suaminya dan telah dicukupi kebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka jangan bertanya kepada mereka.” (HR. Ahmad)</p>
<p>7. Tabarruj adalah sunnah Iblis<br />
Jika menutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalah sunnah Nabi saw. Maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, di mana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnya terbuka. ALLAH mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidak terfitnah oleh tipu daya Iblis. ALLAH berfirman,</p>
<p>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27).</p>
<p>8. Tabarruj dan Ikhtilath adalah Permulaan Zina<br />
Setiap kali penyimpangan terjadi akan melahirkan penyimpangan lain yang lebih besar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjaga kehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya, terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirna dan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudah dilakukan bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar. Termasuk di antaranya zina. Di tengah masyarakat kita sekarang terjadi perbedaan persepsi tentang zina. Bahkan tidak ada undang-undang yang menjadikan zina sebagai kejahatan kecuali ia terkait dengan hak-hak asasi manusia.</p>
<p>9. Tabarruj dan Ikhtilath mengundang Siksaan ALLAH<br />
Di hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah nampak kebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan (melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka.” (HR. Ibnu Majah).</p>
<p>Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang ALLAH sinyalir dalam Al-Qur’an,</p>
<p>“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati ALLAH) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra’: 16)</p>
<p>Tentu saja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku <a title="TABARRUJ" href="http://www.geniafest.com" target="_self">kemaksiatan</a>, kaum mutabarrijat dan mereka tidak ada hijab dalam hubungan antar lawan jenis. Semua orang yang ada di sebuah komunitas akan terkena dampaknya. Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagai kemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpin menjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.</p>
<p>Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa ia mendengar sabda Rasulullah saw, “Jika manusia melihat kemungkaran lalu tidak merubahnya, hampir ALLAH meratakan siksanya kepada mereka semua.” (Diriwayatkan Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=100&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tabarruj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERAM KAH???</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/seram-kah/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/seram-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya. Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=98&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
“Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)<br />
“Manusia bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya?” (Al-Ahzab: 63)</p>
<p>Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:<br />
“Diutusnya aku dengan datangnya hari kiamat seperti dua jari ini.” Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)<br />
Hari kiamat ini tidak akan menimpa kecuali sejelek-jelek manusia, karena orang-orang yang memiliki iman walaupun sangat tipis telah diwafatkan sebelumnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan:<br />
“Tidak akan datang hari kiamat kecuali pada sejelek-jelek manusia.” (HR. Muslim)<br />
Diawali hari kiamat dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Maka matilah seluruh penduduk langit dan penghuni bumi kecuali yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki. Kemudian diikuti tiupan kedua maka bangkitlah seluruh manusia dari dalam kuburnya.</p>
<p>“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup lagi tiupan yang lain maka tiba-tiba mereka bangkit dari kubur mereka dalam keadaan menanti (putusannya masing-masing).” (Az-Zumar: 68)<br />
Hari itu adalah hari yang sangat mengerikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkannya dalam firman-Nya:<br />
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian, sesungguhnya goncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). Pada hari itu ketika kalian melihat kegoncangan tersebut, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kalian lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (Al-Hajj: 1-2)</p>
<p>Usai tiupan kedua, manusia bangkit dari kubur-kubur mereka dalam keadaan tanpa busana, tanpa alas kaki, dan belum dikhitan. Tidak ada seorang pun yang menoleh kepada yang lain karena kegelisahan yang menyelimuti. Semua dicekam ketakutan! Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha mendengar berita ini dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berucap:<br />
“Wahai Rasulullah, para lelaki dan para wanita seluruhnya dikumpulkan dalam keadaan demikian berarti sebagian mereka akan melihat aurat sebagian yang lain?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Perkaranya terlalu dahsyat dari membuat mereka berkeinginan demikian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)<br />
Termasuk perkara yang menambah kedahsyatan hari tersebut adalah didekatkannya matahari dengan manusia sehingga peluh mereka bercucuran. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Manusia berkeringat pada hari kiamat sampai-sampai keringat mereka bercucuran ke bumi setinggi 70 hasta dan mengekang (menenggelamkan) mereka sampai mencapai telinga-telinga mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Al-Miqdad ibnul Aswad radhiyallahu ‘anhu mengabarkan, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Didekatkan matahari dengan makhluk (manusia) pada hari kiamat hingga jarak matahari dari mereka seukuran mil.” –Sulaim bin ‘Amir (perawi yang meriwayatkan dari Al-Miqdad, pent.), “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang beliau maksudkan dengan mil, apakah ukuran jarak ataukah kayu/alat yang digunakan untuk mencelaki mata.”–Rasulullah bersabda, “Maka manusia (pada saat itu) dibanjiri peluh sesuai kadar amalan mereka. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua lututnya. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua pinggangnya. Dan di antara mereka ada yang benar-benar ditenggelamkan oleh keringatnya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat ke mulutnya.” (HR. Muslim)<br />
Di saat kebanyakan manusia tersiksa dengan panas yang sangat, peluh yang membanjiri dan ketakutan yang sangat, ada segolongan orang yang dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan naungan-Nya. Mereka tidak merasakan apa yang diderita oleh orang-orang lain. Di antara mereka adalah yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:<br />
“Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Mereka adalah imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya selalu terikat/terpaut dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, (kemudian) seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan namun ia berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah.” (Yang berikutnya) seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang <a title="KIAMAT" href="http://www.geniafest.com" target="_self">berzikir</a> (mengingat) Allah dalam keadaan sendirian lalu mengalir air matanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=98&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/seram-kah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GHIBAH</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ghibah/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhuwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah berarti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Walaupun telah jelas besarnya bahaya ghibah, tapi masih banyak saja orang yang melakukannya dan menganggap remeh bahaya ghibah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=94&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhuwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah berarti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Walaupun telah jelas besarnya bahaya ghibah, tapi masih banyak saja orang yang melakukannya dan menganggap remeh bahaya ghibah (mengumpat/menggunjing).</p>
<p>Akan tetapi ternyata ada beberapa hal yang mengakibatkan seseorang diperbolehkan untuk mengumpat/menggunjing. Namun sebelum mengetahui kriteria masalah apa saja yang membolehkan seseorang untuk melakukan ghibah, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa itu ghibah.</p>
<p>Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:<br />
&#8220;Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.&#8221; Si penanya kembali bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?&#8221; Rasulullah menjawab, &#8220;kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).&#8221; (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).</p>
<p>Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. ALLAH sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.</p>
<p>ALLAH berfirman:<br />
&#8221; Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati..? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.. Dan bertakwalah kepada ALLAH.. Sesungguhnya ALLAH Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al-Hujurat 12)</p>
<p>Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhu As-Shalihin, menyatakan bahwa ghibah hanya diperbolehkan untuk tujuan syara&#8217; yaitu yang disebabkan oleh enam hal, yaitu:</p>
<p>1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.</p>
<p>Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;an surat An-Nisa ayat 148:<br />
&#8220;ALLAH tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.. ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui..&#8221; (QS. An-Nisa 148)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang teraniaya boleh menceritakan keburukan perbuatan orang yang menzhaliminya kepada khalayak ramai. Bahkan jika ia menceritakannya kepada seseorang yang mempunyai kekuasaan, kekuatan, dan wewenang untuk menegakkan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, seperti seorang pemimpin atau hakim, dengan tujuan mengharapkan bantuan atau keadilan, maka sudah jelas boleh hukumnya.</p>
<p>Tetapi walaupun kita boleh meng-ghibah orang yang menzhalimi kita, pemberian maaf atau menyembunyikan suatu keburukan adalah lebih baik. Hal ini ditegaskan pada ayat berikutnya</p>
<p>&#8220;Jika kamu menyatakan kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya ALLAH Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.&#8221; (QS. An-Nisa 149)</p>
<p>2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar.<br />
Pembolehan ini dalam rangka isti&#8217;anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma&#8217;ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bahu membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum ALLAH, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.</p>
<p>3. Istifta&#8217; (meminta fatwa) akan sesuatu hal.<br />
Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.</p>
<p>4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:<br />
a. Apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut ijma&#8217; ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadits. Apalagi hadits merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>b. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui. Ini dilakukan untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.</p>
<p>c. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid&#8217;ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.</p>
<p>5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid&#8217;ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya.<br />
Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan.</p>
<p><a title="GHIBAH" href="http://www.geniafest.com" target="_self">Wallahua&#8217;lam</a>&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=94&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I&#8217;TIKAF</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/itikaf/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/itikaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;tikaf merupakan khalwat Rabbani dan latihan ruhani, dimana sesorang menyendiri di masjid, jauh dari pergaulan sesama makhluk demi cintanya kepada ALLAH SWT. Disana ia mengingat Allah dan mengagumi ciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan keagungan-Nya. Kepada-Nya ia berdoa dan bermunajat serta mengaharap pahala dan memohon agar dirinya dan keluarganya dijauhkan dari siksa-Nya. Dengan segala kerendahan hati, ia memohon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=88&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;tikaf merupakan khalwat Rabbani dan latihan ruhani, dimana sesorang menyendiri di masjid, jauh dari pergaulan sesama makhluk demi cintanya kepada ALLAH SWT.</p>
<p>Disana ia mengingat Allah dan mengagumi ciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan keagungan-Nya. Kepada-Nya ia berdoa dan bermunajat serta mengaharap pahala dan memohon agar dirinya dan keluarganya dijauhkan dari siksa-Nya. Dengan segala kerendahan hati, ia memohon diselamatkan dari kobaran api jahanam yang panasnya tiada terkira.</p>
<p>Dalil disyariatkannya i&#8217;tikaf ialah firman ALLAH</p>
<p>&#8220;Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:&#8221; Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i&#8217;tikaf, yang ruku, dan yang sujud&#8221; (QS. Al Baqarah 125).</p>
<p>Adapun dari As-Sunnah antara lain adalah:</p>
<p>Dari Aisyah r.a. ia berkata: rasulullah SAW melakukan i&#8217;tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sampai saat ia dipanggil ALLAH Azza wa Jalla (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dan dari Ibnu Umar r.a. ia berkata: Rasulullah SAW melakukan i&#8217;tikaf pada sepuluh malam terakhit bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Sebuah hadis yang berasal dari Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa:<br />
Adalah Rasulullah SAw, apabila masuk sepuluh hari, ialah sepuluh hari yang terakhir dalam bulan Ramadhan, beliau menjauhi istrinya, dan menghidupkan malamnya, dan membangunkan ahli rumahnya (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dan dari Aisyah pula, ia berkata; &#8220;Adalah Nabi SAW apabila beliau hendak ber-i&#8217;tikaf, beliau shalat subuh lalu masuk ke tempat i&#8217;tikafnya&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dalam hadis lain, yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan:<br />
Dan dari Aisyah r.a., dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: &#8220;Barangsiapa ber-i&#8217;tikaf karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosanya yang telah lewat.&#8221;</p>
<p>Kata i&#8217;tikaf berasal dari kata &#8216;akafa alaihi, artinya, ia senantiasa atau berkemauan kuat untuk menetapi itu atau setia kepada itu. Secara harfiah kata i&#8217;tikaf berarti tinggal di suatu tempat, sedangkan syar&#8217;iyah kata i&#8217;tikaf berarti tinggal di masjid untuk beberapa hari, teristimewa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
<p>Selama hari-hari itu, mu&#8217;takif yaitu orang yang menjalani i&#8217;tikaf, mengasingkan diri dari segala urusan duniawi, dan menggantinya dengan kesibukan ibadah dan zikir kepada ALLAH dengan sepenuh hati. Dengan i&#8217;tikaf seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kita berserah diri kepada ALLAH dengan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya,<br />
dan <a title="I'TIKAF" href="http://www.geniafest.com">bersimpuh</a> di hadapan pintu anugerah dan rahmat-Nya.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=88&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/itikaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAHAJJUD</title>
		<link>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tahajjud/</link>
		<comments>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tahajjud/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prio adi ramadhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhanifito.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt : Artinya : ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa :79) Juga firman Allah swt : Artinya : ”Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=90&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt :</p>
<p>Artinya : ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa :79)</p>
<p>Juga firman Allah swt :</p>
<p>Artinya : ”Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS Al Muzammil : 1 -3)</p>
<p>Namun demikian ada juga yang mengatakan bahwa tahajjud dikerjakan pada pertengahan atau akhir malam dan dilakukan setelah orang itu bangun dari tidur. Sedangkan qiyamullail bisa dilakukan di awal, pertengahan atau akhir malam dan tidak mesti setelah bangun dari tidur.</p>
<p>Adapun shalat tarawih maka para ulama juga menyebutnya dengan qiyamullail di bulan ramadhan yang dilakukan setelah menunaikan shalat isya dengan memanjangkan berdirinya. Ia bisa juga disebut dengan tahajjud. Dinamakan tarawih dikarenakan terdapat istirahat setelah dua kali salam. Shalat tarawih ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melakukan qiyamullail (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dihapuskan dosa-dosanya yang lalu.”</p>
<p>Tentang witir sendiri hukumnya adalah sama baik pada bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan, yaitu tidak ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam yang lima kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidak ada dua witir dalam satu malam.” juga hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”</p>
<p>Maka bagi siapa yang telah melakukan shalat tarawih dan witir bersama imam lalu dirinya ingin melakukan kembali shalat malamnya maka hendaklah dia melakukan shalat qiyamullailnya saja (genap) tanpa melakukan witir lagi berdasarkan hadits-hadits diatas, demikian menurut para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan pendapat yang masyhur dari para ulama Syafi’i. Dalil lainnya yang dipakai mereka adalah apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw melakukan shalat dua rakaat setelah witir.” Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan dari Abu Umamah, Aisyah dan sahabat lainnya dari Rasulullah saw.</p>
<p>Ada juga cara kedua yang merupakan pendapat para ulama Syafi’i—kitab ”al Mausu’ah al Fiqhiyah (2/9827)”—yaitu hendaklah orang itu mengawalinya dengan melakukan shalat sunnahnya satu rakaat untuk menggenapkan witir yang telah dilakukan sebelumnya kemudian melakukan shalatnya yang genap sekehendaknya kamudian ditutup dengan witir. Hal ini diriwayatkan dari Utsman, Ali, Usamah, Sa’ad, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah. Dan dalil yang bisa jadi digunakan mereka adalah hadits,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada <a title="TAHAJJUD" href="http://www.geniafest.com">malam hari</a> adalah witir.” Wallahu alam bi shawab</p>
<p>&#8230;SEMOGA BERMANFAAT &#8230;</p>
<p>LUV,<br />
Vi&#8217;s</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhanifito.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhanifito.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhanifito.wordpress.com&amp;blog=10008841&amp;post=90&amp;subd=dhanifito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhanifito.wordpress.com/2009/11/15/tahajjud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51f57d9b54953e781d884de1bcb782a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dhanifito</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
